Minggu, 03 Oktober 2010

HADITS MU’ALLAL

1.Pengertian
a. Secara Bahasa
Adalah bentuk isim maf’ul dari “A’allahu bi kadza fahuwa mu’allun”. Ini adalah qiyas sharaf yang masyhur dan ini adalah bahasa arab yang fasih.
b. Secara Istilah
Yaitu hadits yang setelah diperiksa ternyata di dalamnya ada ’illat (cacat) yang merusak keshahihan suatu hadits, walaupun secara dzahirnya selamat dari ‘illat itu.
2.Pengertian ‘Illat
Yaitu sebab yang samara-samar, tersembunyi yang merusak keshahihan suatu hadits.
Dengan mengambil pengertian ‘illat ini, bahwasanya ‘illat menurut para ulama ahli hadits harus memiliki dua syarat yaitu:
a. Samar-samar dan tersembunyi
b.Merusak keshahihan suatu hadits
Apabila kosong (tidak ada) salah satu dari kedua syarat itu – seakan-akan menjadikan ’illatnya secara dzahir atau tidak merusak – maka tidak dinamakan ’illat secara istilah.1
3.Dimana tempat terjadinya ’illat?
a.’Illat dapat terjadi dalam sanad, dan ini sangat banyak.
b.’Illat dapat terjadi dalam matan, dan ini sangat sedikit.
c.’Illat dapat terjadi didalam sanad dan matan secara bersama-sama
4.Contoh-contoh hadits mu’allal.
a.’Illat dalam sanad
.1 حديث يعلى بن عبيد, عن الثوري عن عمرو بن دينار عن إبن عمر عن الرسول الله صلى الله عليه وسلم: البيعان بالخيارما لم يتفرقا.
Artinya: hadits Ya’la Bin ‘Ubaid dari Tsaury dari ‘Amru bin Dinar dari Ibn ‘Umar dari Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda: “Kedua orang penjual dan pembeli itu mempunyai hak khiyar selama mereka belum berpisah”.
Dalam hadits ini telah salah Ya’la terhadap Sufyan dalam perkataannya ‘Amru bin Dinar, karena imam-imam hafidz dari shahabat-shahabat Sufyan meriwayatkan dari Abdullah bin Dinar, bukan kepada ‘Amru bin Dinar.2 ‘Illatnya terletak pada adanya kekeliruan Ya’la bin ‘Ubaid dalam menyandarkan periwayatannya kepada Sufyan dari ‘Amru bin Dinar. Diketahui adanya kekeliruan itu setelah diadakan perbandingan dengan sanad yang lain. Yaitu sanad-sanad Abu Nu’aim, sanad Muhammad bin yusufdan sanad Makhlad bin Yazid. Mereka ini meriwayatkan hadits itu melalui Sufyan Ats-Tsaury, Abdullah bin Dinar dan Ibn ‘Umar.
Nyatalah sekarang bahwa sanad Ya’la bin ‘Ubaid itu ber’illat. Karena ia menyandarkan periwayatannya dari ‘Amru bin dinar padahal sebenarnya dari Abdullah bin Dinar. Walaupun sanad dari Ya’la ber’illat, namun matannya tetap shahih. Karena sama dengan matan hadits yang diriwayatkan oleh sanad-sanad lain yang tidak ada ‘illatnya (shahih).
‘Illat pada sanad yang membawa pengaruh kepada kecacatan matannya itu terjadi kalau ‘illat itu disebabkan karena memauqufkan (beritanya hanya sampai kepada shahabat), mengirsalkan ( meninggalkan shahabat yang seharusnya dijadikan sumber pemberitaan) atau memunqathi’kan (menggugurkan salah satu rawi yang menjadi sanadnya).3
2 .حديث موسى بن عقية عن سهيل بن أبى صالح عن أبيه عن أبي هريرة عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: من جلس مجلسا كثر فيه لغطه فقال قبل أن يقوم سبحانك اللهم وبحمدك لاإله إلا أنت أستغفرك وأتوب إليك إلا غفر له ماكا ن في مجلسه.
Artinya: Hadits Musa bin ‘Uqbah dari Suhail bin Abi Shalih dari bapaknya dari Abu Hurairah dari Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam.beliau bersabda: ”Barangsiapa duduk dalam suatu majlis pertemuan membuat kegaduhan (keributan) dalam majlis itu, kemudian sebelum meninggalkan majlis ia berdoa: “Maha suci engkau wahai Tuhan dan dengan memuji engkau, bahwa tiada Tuhan kecuali engkau sendiri, saya meminta ampun dan bertaubat kepada-Mu.” Kecuali akan diampunilah segala apa yang terjadi dalam majlis itu.”
Al-Hakim An-Naisabury menceritakan bahwa Imam Muslim pernah menanyakan hadits ini kepada Imam Bukhari. Maka Imam Bukhari berkata “hadits tersebut adalah baik dan aku belum pernah mengetahui di dunia ini hadits yang sebaik ini (dalam masalah kaffaratul-majlis) kecuali hadits ini. Akan tetapi hadits itu ma’lul. Telah menceritakan kepada kami Musa bin Ismail beliau berkata: telah bercerita kepada kami Wahib, beliau berkata: telah bercerita kepada kami Suhail, dari ‘Aun bin Abdullah katanya –bahwa hadits yang telah disebutkan adalah perkataan ‘Aun bin Abdullah bukan sabda Rasulullah. Dan ini yang pertama karena sedungguhnya tidak disebutkan oleh Musa bin ‘Uqbah telah mendengar dari Suhail.4

b.‘Illat dalam Matan
إذاستيقظ أحدكم من منامه فليغسل كفيه ثلاث مرات قبل أن يحعلهما في الإناء, فإنه لايدري أين باتت يده ثم ليغترف بيمينه من أنا ءه ثم ليصب على شماله فليغسل مقعدته
Artinya: “Apabila salah seorang dari kamu bangun tidur, maka hendaklah ia mencuci kedua telapak tangannya kedalam bejana (tempat air), sebab ia tidak mengetahui kemana tangannya semalam”.
Hadits Ibrahim bin Thuhman, yang berasal dari Hisyam bin Hisan, dari Muhammad bin Sirrin dari Abu Hurairah dan yang bersanad Suhail bin Abi Shalih dari bapaknya dari Abu Hurairah. Abu Hatim ar-Razy berkata: kalimat tsumma liyaghtarifa sampai dengan maq’adatahu, adalah perkataan Ibrahim bin Thuhman. Karena ia menyambung perkatan itu pada akhir matan hadits, sehingga orang yang (mendengar) menerima tidak dapa mengetahui ‘illatnya. Perkataan seorang rawi yang disisipkan dalam suatu matan hadits itu disebut idraj. Sebagian ketentuan idraj adalah apabila seorang rawi yang menyisipkan itu menjelaskan bahwa sisipan atau tambahan itu untuk menjelaskan matan, maka yang demikian itu bukan merupakan ‘illat yang dapat mencacatkan suatu hadits. Akan tetapi apabila rawi tersebut mengatakan bahwa kata-kata yang diriwayatkan itu adalah matan hadits, maka idraj tersebut menyebabkan cacatnya matan hadits.5
c.’Illat yang terjadi didalam sanad dan matan secara bersama-sama
مثاله: مارواه بقية عن يونس عن الزهريعن سالم عن إبن عمر عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: من أدرك ركعة من صلاة الجمعة فقد أدرك.
Artinya: “Barangsiapa mendapatkan satu rakaat dari shalat jum’ah, maka maka ia mendapatkan shalat itu secara sempurna”.
Abu Hatim Ar-razy berkata: “hadits ini terdapat kekeliruan dalam matan dan sanadnya, sesungguhnya Az-Zuhrymenerima hadits itu dari Abi Salmah dai Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
من أدرك ركعة من صلاة الجمعة فقد أدركها
Adapun perkataan dari “jumu’ati” setelah perkataan “min shalatin” maka ini bukanlah termasuk hadits.

5.Hukum mengamalkan Hadits Mu’allal





6.Kitab-kitab yang terkenal yang membahas tentang Hadits Mu’allal
a.Kitabul ‘Ilal kitabnya Ibn al-Madini guru Imam Bukhary
b.Kitab ‘Ilal al-Hadits kitabnya Abdurrahman bin Abi Hatim Abu Muhammad (Abi Hatim Ar-Razy)
c.Kitabul ‘Ilal kitabnya al-Khallal
d.At-Tarikh wa Al-‘Ilal kitabnya Imam Yahya bin Ma’in
e.Al-‘Ilal al-Waridatu fi al-Ahadits An-Nabawiyah kitabnya Imam Hafidz ‘Ali bin ‘Amr Ad-Daruquthny
f.Al-‘Ilal al-Kabir wa al-‘Ilal Ash-shaghir kitabnya Imam At-Tirmidzy
g.Al-‘Ilal wa Ma’rifatu Ar-rijal kitabnya Imam Ahmad bin Hanbal



Daftar Pustaka

Dr. Mahmud at-Tahhan. Taisir Mushthalah al-Hadits. Beirut, Libanon: Darul Fikr
Dr. Muhammad ‘Ajjaj al-Khatib. 1989. Ushul al-Hadits Ulumuhu wa Mushthalahuhu. Beirut, Libanon: Darul Fikr
Drs. Fatchur Rahman. 1974. Ikhtishar Mushthalahul Hadits. Bandung: PT Alma’arif
Ibn Katsir, Ikhtishar Ulum al-Hadits

Jumat, 01 Oktober 2010

Aliran-aliran Teologi dalam Islam

Persoalan orang berbuat dosa (awalnya hanya ditujukan pada pihak yang turut berperan dalam peristiwa Abitrase, kemudian berkembang pada dosa-dosa besar lainnya seperti zinah, membunuh dll) berpengaruh besar dalam pertumbuhan teologi. masalahnya ialah : “ Masihkah ia bisa dipandang orang mukmin ataukah ia sudah menjadi kafir karena berbuat dosa besar itu ? ”. Persoalan ini melahirkan 3 Aliran Teologi :


1. Khawarij : Orang berdosa besar adalah kafir, dalam arti ke luar dari Islam/Murtad (apostate) oleh karena itu wajib dibunuh. Aliran Khawarij akhirnya terbagi menjadi beberapa sekte antara lain :

a. Al-Muhakkimah : Ali, Mu’awiyah, kedua pengantaranya, dan semua orang yang setuju arbitrase bersalah dan menjadi kafir. selanjutnya siapa saja yang berbuat dosa besar disebut kafir.

b. Al-Azariqoh : Semua orang Islam yang tak sefaham dengan mereka atau sefaham tetapi tidak mau hijrah ke dalam lingkungan mereka dipandang Musyrik.

c. Al-Najdat : Orang berdosa besar yang menjadi kafir dan kekal dalam neraka hanyalah orang Islam yang tak sefaham dengan dengan golongannya. Adapun pengikutnya jika mengerjakan dosa besar, betul akan mendapat siksaan, tetapi bukan dalam neraka dan kemudian akan masuk surga.

d. Al-Ajaridah : Berhijrah tidak wajib, tapi hanya kebajikan , maka yang tidak hijrah tidak dianggap kafir/Musyrik. Anak kecil tidak bersalah, tidak musyrik menurut orang tuanya.

e. Al-Sufriyah : Kufur dibagi dua ; kufr bi inkar al-ni’mah dan kufr bi inkar al-rububiyah. Dengan demikian tidak selamanya term kafir harus berarti keluar dari Islam.

f. Al-Ibadah : Orang yang berbuat dosa besar adalah muwahhid, tetapi bukan mukmin, dan kalaupun kafir hanya merupakan kafr al-ni’mah, bukan kafr al-millah. Dengan kata lain berdosa besar tidak membuat orang keluar dari Islam.

2. Murji’ah: Orang yang berbuat dosa besar tetap masih mukmin dan bukan kafir. Adapun soal dosa yang dilakukannya terserah kepada Allah SWT. untuk mengampuni atau tidak menampuni.

3. Mu’tazilah: Orang yang berdosa besar bukan kafir tetapi pula bukan mukmin, ia mengambil posisi di antara ke dua posisi mukmin dan kafir atau Al-manzilah bain al-manzilatain (posisi di antara dua posisi).

Selain tiga Aliran di atas, dalam Islam juga dikenal 2 aliran teologi yang mempermasalahkan Kehendak dan Perbuatan manusia . Aliran ini lebih bersifat Laten daripada berbentuk organisasi :

1. Qodariyah : Manusia mempunyai kemerdekaan dalam kehendak dan perbuatannya (free will and free act)

2. Jabariyah : Manusia tidak mempunyai kemerdekaan dalam kehendak dan perbuatannya, Ia bertindak dengan paksaan dari Tuhan. Segala gerak-gerik manusia ditentukan oleh Tuhan. Paham inilah yang disebut predestination atau fatalisme.

Dalam perkembangan selanjutnya, dengan diterjemahkannya buku-buku filsafat dan ilmu pengetahuan Yunani ke dalam bahasa Arab, Kaum Mu’tazilah terpengaruh oleh pemakaian rasio atau akal yang mempunyai kedudukan tinggi. Kepercayaan pada kemampuan akal ini dibawa oleh kaum Mu’tazilah pada lapangan teologi Islam, oleh karenanya mereka mengambil corak teologi liberal ; sungguhpun begitu, Mu’tazilah tidak meninggalkan wahyu. Dalam soal qodariyah-jabariyah, kaum Mu’tazilah mengambil faham qodariyah.

Aliran Mu’tazilah yang bercorak rasional mendapat tantangan keras dari golongan tradisional Islam, terutama golongan Hambaliah, namun perlawanan terhadap Mu’tazilah yang kemudian mengambil bentuk aliran teologi hanya dua yang terkenal :

1. Asy’ariyah ; bercorak teologi tradisional, yang disusun oleh Abu al-Hasan al-Asy’ari (935 M).
Maturidyah ; tidak se-tradisional Asy’ari dan tidak se-liberal Mu’tazilah, yang didirikan oleh Abu Mansur Muhammad al-Maturidi. Aliran ini terbagi dalam dua cabang yaitu cabang Samarkand yang bersifat agak liberal dan cabang Bukhara yang bersifat tradisional

Selasa, 03 Agustus 2010

Bertemunya Dua Bulan yang Istimewa

oleh : Iwan Janu Kurniawan

“Marhaban ya Ramadhan”. Kalimat ini tidak begitu asing lagi dipenglihatan dan pendengaran kita. Sebab, sejauh mata memandang dan seberapa banyak suara yang didengar, kalimat ini sering kita temukan di pelbagai tempat, seperti di media cetak, media elektronik dan media massa. Dan sering juga dipanjang dibeberapa ruas jalan, mulai dari jalan setapak sampai dengan jalan tol sekalipun bisa kita temui.
Bulan Ramadhan atau yang dikenal dengan bulan puasa, dimana seluruh umat muslim di muka bumi ini, sangat berbahagia menyambut datangnya bulan ditunggu-tunggu dan selalu dirindukan. Bagi sebagian orang, apabila ketemu kembali dengan bulan puasa merupakan nikmat dan karunia dari Allah SWT yang sangat berharga, karena tidak jarang orang yang di sekelilingnya belum tentu bisa merasakan atau belum bisa bertemu dengan bulan ini, mungkin karena sakit yang dideritanya sehingga tidak melaksanakn ibadah puasa dan bahkan orang tersebut dipanggil terlebih dahulu untuk menghadap-NYA.
Menurut dari riwayat yang mengatakan bahwa pada bulan puasa adalah bulan yang suci, karena pada bulan ini segala dosa akan dihapuskan dan semua amal yang baik akan bernilai pahala bahkan akan dilipatkan bagi mereka yang benar-benar melakukanya dengan niat Allah semata. Serangkaian ibadah dalam bulan puasa ini seperti yang dicontohkan oleh Rosulullah SAW ; makan sahur, sholat berjama'ah, tilawah, sholat sunnah, qolilullah, sodaqoh dan lain-lain.

Perintah menunaikan ibadah puasa ini, sudah Allah Swt dalam beberapa firmanya, seperti ;"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa" (QS. al-Baqarah: 183) dan "...berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui" (QS. al-Baqarah: 184). Maka dengan turunnya ayat diatas yang memerintahkan kita untuk menunaikan ibadah puasa dengan harapan agar seluruh umat muslim agar bertaqwa, yakni dengan menjalankan apa sudah diperintahkan-NYa dan menjauhi segala apa yang dilarang-NYa. Sehingga selaku umat yang betul-betul mentaqorrub dengan-NYa, kita bisa meraih gelar sebagai yang muttaqin. Amin.

Hari kemerdekaan
Dalam sejarah mencatat, perjuangan para generasi terdahulu begitu gigih, hebat dan berkomitmen yang tinggi untuk merebut kemerdekaan Republik Indonesia. Mengingat, bangsa Indonesia pada saat itu sudah sangat lama sekali dijajah oleh bangsa lain. Disamping menjajah dan membawa misi sistem kepercayaan yang dianut, mereka juga mengeksploitasi hasil kekayaan alam indonesia secara membabi buta, akibatnya derita demi derita yang tak pernah henti dialami oleh seluruh rakyat Indonesia, hasil pertanian, perkebunan, peternakan, pertambangan dan lain-lain pun dirampas. Al hasil rakyat mengalami kelaparan bahkan kematian. Penderitaan yang dialami oleh bangsa indonesia cukup lama sekali dan bisa di bilang mendarah daging bahkan saat masih bisa dirasakan dampaknya sampai sekarang dan detik ini.

Melihat penderitaaan yang dialami rakyat indonesia pada saat itu sangat parah, adanya rasa keinginan dan kesadaran dari para generasi muda untuk melawan dan merebut kemerdekaan secara penuh. Dengan semangat muda sebagai anak bangsa, perjuangan demi perjuangan pun dilakukan. Perjuangan secara kooperatif maupun non kooperatif dengan para penjajah. Perjuangan secara kooperatif yang lakukan oleh para pemuda pada saat itu sangat merugikan sekali. Kenapa, pejanjian demi penjanjian dengan penjajah sering dilakukan, akan tetapi keuntungan yang didapat malahan bangsa Indonesia pun dirugikan dan dipecundangi di setiap perjanjian tersebut. Selain itu juga, ada beberapa dari para pemuda yang tidak mau bekerja sama dengan para penjajah, mereka lebih memilih untuk berjuang dalam memperoleh dan merebut kemerdekaan itu tanpa adanya intervensi dari penjajah. Dengan begitu, serangan terhadap tentara penjajah pun digelar. Strategi-strategi untuk menghadapi para penjajah dibuat. Dahulu kita kenal dengan namanya perang gerilya yang dipelopori oleh jenderal Sudirman. Dan yang tak asing ditelinga kita, yakni perlawanan dengan bambu runcing sebagai senjata untuk melawan. Walaupun disadari, bambu runcing tidak ada apa-apa dengan senjata dan peralatan perang yang miliki oleh penjajah, sehingga para pejuang banyak gugur.Namun, itu semua tidak mengecilkan semangat dan tekad dari para pemuda.

Setelah Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 sesuai dengan proklamasi kemerdekaan Indonesia. Berarti sekarang Indonesia sudah berumur enam puluh lima tahun terbilang sejak tanggal 17 agustus 1945 sampai dengan 17 agustus 2010. Yang menjadi pertanyaan kita bersama, dengan umur yang cukup tua itu, apakah sampai saat ini rakyat Indonesia sudah memperoleh kemerdekaaan, kalaupun sudah apakah mereka menikmati kemerdekaan tersebut? Mungkin inilah pertanyaan yang sering muncul dan sering dipertanyaan oleh setiap orang dari sabang sampai marauke. Ketika kita menilik realita yang terjadi sekarang, sangat tepat jikalau setiap orang di negri sering menanyakannya. Mengingat dengan usia bangsa ini sudah lebih dari setengah abad, masih banyak rakyat masih belum bisa merasakan kemerdekaan secara hakiki, apalagi merasakannya. Sebab, hak yang mereka dimiliki pun belum secara penuh dimiliki dan itupun juga sering dirampas secara semena-mena, seperti hak hidup, hak perlindungan secara hukum, hak kesejahteraan dan hak-hak lain yang masih banyak dirampas oleh penjajah pada saat ini.

Fenomena yang Menarik
Bulan Ramadhan dengan bulan Agustus (sebagai bulan kelahiran negara ini) merupakan sebuah fenomena yang cukup unik dan sangat mendalam untuk kita kajian lagi. Fenomena seperti ini, jarang sekali terjadi atau bahkan mungkin belum pernah terjadi. Mengingat pada bulan ini, akan terjadi dua peristiwa yang amat sangat berarti bagi setiap umat muslimin dan bagi segenap bangsa ini. Kita ketahui bersama bahwa di bulan ramadhan atau bulan puasa terdapat malam diturunkanya alQuran dan malam 1000 bulan. Di samping itu juga, peristiwa dimana para pemuda saat prakemerdekaan, berjibaku, rela mengkorban jiwa dan raganya untuk merebut kemerdekaan bangsa ini dari tangan penjajah.

Sebagai umat muslim yang selalu mengharap ridho dan karunia dari Allah SWT dan sebagai rakyat Indonesia yang selalu menginginkan kemerdekaan secara penuh dan hakiki. Bukan sebatas teori maupun konsep saja, akan tetapi diperlukan adanya aksi dari individu kita masing-masing.Kalau kita mengamnil ungkapan yang pernah digunakan oleh ulama yang cukup ternama di negri ini, yang mengatakan bahwa "mulai dari yang kecil, dari diri sendiri,dan saat ini juga".Untuk memperbaiki negri yang sudah terlanjur rusak ini,tidak semudah dengan membalikakn telapak tangan. InsyaAllah, seandainya dimulai dari hal-hal yang kecil dan individu juga diperbaiki,serta jangan ditunda-tunda dilakukan saat ini juga, akan sedikit banyak mengubah negeri menjadi baik lagi.
Dengan datangnya bulan yang suci dan barengi dengan bulan yang sungguh sangat berarti bagi segenap bangsa ini, kita bisa menjadi pribadi yang muttaqin dan rakyat yang memiliki negara yang merdeka dalam segala segi kehidupan. Walaullahu alam bi syawab

Senin, 26 Juli 2010

Nama Arti Laki-laki Huruf S

Sa'adan Kebahagian
Sa'ad Bahagia
Sa'aduddin Agama yang membahagiakan
Sa'adi Kebahagianku
Sa'dun Kebahagian
Sabahi Ketua pejuang
Sabiq Yang mendahului
Sabil Jalan
Sabit Yang baik, pemurah
Sabir Yang sabar
Sabqi Keutamaanku
Sabhran Kesabaran
Sabhri Kesabaranku
Sadad Kejujuranku
Sadat Pimpinan
Sadiq Yang benar
Shadruddin Pemimpin agama
Safaraz Dihormati
Shafiy Yang bersih dan jujur
Shafiuddin Kesucian agama
Safir Wakil, duta besar
Safwan Bersih, ikhlas
Saghir Yang mengikut
Sahil Mudah, senang
Sahlan Mudah, senang
Sahnan Kehalusan
Sahli Kemudahanku
Sajid Orang yang sujud
Said Yang bahagia
Saidun Yang berbahagia
Saifuddin Pedang agama
Saiful Islam Pedang Islam
Saifullah Pedang Allah
Sakhawi Kemurahan hati
Shalahuddin Kebaikan agama
Salam Kesejahteraan
Samran Pertolongan
Sama'an Yang patuh
Salamat Kesejahteraan
Soleh Yang baik
Solihin Yang baik
Solihan Yang baik
Salim Selamat, terkawal
Saliman Kesejahteraan
Salman Selamat, terkawal
Sarhan Kemudahan
Shamad Serba baik
Samih Pemaaf, pemurah
Samir Penghibur
Sattar Menutup cela, aib
Shubhi Subuh
Sufyan Nama sahabat nabi Muhammad SAW
Suhaib Kemerah-merahan
Suhail Senang, mudah
Suhaili Kemudahanku
Sulaim Sejahtera
Sulaiman Nama nabi, sejahtera
Sulhidar Bersenjata
Sulaimi Kesejahteraanku
Sulwan Kepuasan
Suwadi Rahsiaku
Sya'ban Bulan Sya'ban
Sya'rani Nisbah
Suhaid Lembut, tampan
Syabil Bintang
Syaddad Yang perkasa
Syukri Kesyukuran
Syafaat Pembelaan, pertolongan
Saud Yang bahagia
Siddiq Yang membenarkan
Sidqi Kebenaranku
Silmi Kedamaianku
Sinwan Kembar
Siraj Pelita
Sirajuddin Pelita agama
Sirhan Berani, singa
Sirin Nama seorang tabi'i
Sufi Ahli tasawuf
Syafi Yang menyembuhkan
Syafiq Penyayang
Syahmi Mulia, berani, bijak
Syahir Terkenal
Syahiran Terkenal
Syahin Tiang neraca
Syakir Pengenang budi
Syamini Keharuman yang tinggi
Sam'un Pendengaran
Syukran Kesyukuran
Sanad Tempat bergantung
Sanim Yang darjatnya tinggi
Syamsul Bahri Matahari lautan
Syamsuddin Matahari agama
Syamsuz Zaman Matahari masa
Syamsi Matahariku
Syamsir Pedang
Syaraf Kemuliaan
Syarafat Harga diri, maruah
Syarifuddin Kemuliaan agama
Syarif Dipuji, mulia
Syarafuddin Yang mulia agamanya
Syaukat Kekuasaan
Syahabuddin Bintang agama
Syawal Bulan syawal
Syazani Kecergasanku
Syazwan Haruman kasturi
Syazwi Keharumanku
Syubli anak singa
Syihabuddin Bintang agama
Syuaib Nama nabi
Syu'bah Nama sahabat nabi Muhammad SAW
Syukur Kesyukuran
Syukri Kesyukuran
Syuwari Kecantikanku


Wanita

Syaza Keharuman
Sa'adah Kebahagian
Sarah Istri Nabi Ibrahim As
Sabikah Wanita sahabat Nabi Saw
Sadidah Jitu - Tepat sasaran - Benar
Sa'diyah Berbahagia
Safanah (1) Membuat kapal (2) Angin agak keras
Safinatun Najah Kapal Penyelamat
Saidah Berbahagia
Saifanah Lenjang seperti pedang terhunus
Sajidah Bersujud
Sakinah Ketenangan - ketentraman
Salimah Selamat
Salma Selamat
Salsabila Mata air disurga
Salwa Burung puyuh
Samihah Lemah lembut
Samirah Teman ngobrol
Samiyah Kedudukan Tinggi
Sana' Kenaikan Tingkat derajat
Saninah Promosi - Kenaikan tingkat
Satirah Wanita yang menutup-nutupi aib dan dosanya
Sausan Bunga Lili
Sayyidah Pemimpin
Shiddiqah Pembenar
Shidqiyah Benar - jujur
Shifwah Sahabat yang akrab
Shoba Berkelakuan anak muda
Shobah Pagi hari
Shobiroh Bersabar
Shoda Gema
Shodiqoh Benar - jujur
Shofa Bukit Sofa di Masjidilharam
Shofa' Kejernihan
Shofhah (1) Pemaafan (2) Halaman buku
Shofiyah Jernih
Shofiyyah Kawan tulus ikhlas
Shofwah Keiklasan dalam cinta
Shohwah Kebangkitan
Shohwatul Islam Kebangkitan Islam
Sholehah Baik
Shubhiyah Pagi
Siham Anak panah
Sirin Wanita sahabat Nabi Saw
Slamah Keselamatan
Su'ad Bahagia
Su'da Bahagia
Suhailah (1) Mudah (2) Suka mengalah
Suhaimah Keberuntungan
Sukainah Tenang - tentram
Sulaimah Selamat
Sulthanah Penguasa Wanita
Sumayyah Kebanggaan
Sunbulah (1)Nama Bintang (2) Tangkai yang berbuah
Sundus Sutra
Sunniyah Penganut ahlussunnah
Syadiyah (1) Pandai menyanyi (2) Menyamakan
Syafiqoh Belas kasih
Syafiyah Sembuh sehat
Syahidah Mati syahid
Syahirah Terkenal - Ternama
Syahrazad Nama wanita dahulu
Syaikhoh (1) Gelar Kehormatan (2) Lanjut Usia
Sya'irah (1) Pandai Menyusun Syair (2) Perasa
Syakirah Mensyukuri
Syakurah Mensyukuri
Syam'ah Lilin
Syamiyah Tahi lalat pada wajah
Syamsiyah Berdasar hitungan matahari
Syarifah Mulia
Syauqiyah Rindu
Syifa' Penawar - Penyembuh
Syirin Nama wanita dahulu
Syukriyah Bersyukur
Syu'lah Pelita - Obor